Sprint race bisa menyebabkan pabrikan Jepang meninggalkan MotoGP
Sprint race bisa menyebabkan pabrikan Jepang meninggalkan MotoGP
![]() |
Sprint race bisa menyebabkan pabrikan Jepang meninggalkan MotoGP |
Sprint race bisa menyebabkan pabrikan Jepang meninggalkan MotoGP
Pada hari Sabtu, setiap tim juga harus melakukan pengecekan usai menjalani latihan bebas (FP). Hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan poin di sprint race. Namun, menurut Livio Suppo, sprint race seperti menawarkan mainan berbahaya kepada anak-anak di bawah umur. Para pembalap tidak bisa memahami dampak negatif dari sprint race, karena akan mengalami kelelahan di akhir musim.
"Sepertinya terlalu berat, apalagi mengingat hari Minggu adalah acara terpenting di akhir pekan yang memberikan poin terbanyak. Sabtu adalah hari dengan format yang berlebihan dari segi psikologis dan fisik para pembalap, coba pikirkan dari sudut pandang psikologis dan fisik seperti apa dua bulan terakhir ini," ucapnya.
Livio Suppo juga menyatakan bahwa pabrikan Jepang bisa meninggalkan MotoGP jika tidak ada perubahan dalam tiga musim ke depan. Dia menjelaskan bahwa pabrikan Jepang akan mempertanyakan mengenai banyaknya uang yang sudah dikeluarkan dan apakah itu masih layak untuk bersaing memenangkan kejuaraan.
"Risikonya untuk tiga tahun ke depan bisa lebih parah lagi. Jika minat pada kejuaraan dunia tidak mengalami perubahan, pabrikan tertentu, khususnya Jepang, bisa saja memutuskan untuk hengkang. Mengapa mereka harus menghabiskan uang dan juga terlihat seperti orang bodoh?" pungkasnya
Gabung dalam percakapan